Jelajahi warisan budaya melalui rute-rute bersejarah
Rute ini memiliki makna perjalanan siklus hidup manusia berdasarkan konsepsi Sangkan Paraning Dumadi. Sangkan berarti asal-usul, Paraning yaitu arah tujuan, dan Dumadi diartikan penciptaan (kehidupan).
Tugu Jogja → Jl. Margo Utomo → Jl. Malioboro → Museum Sonobudoyo → Benteng Baluwarti Kraton → Jokteng Lor → Jokteng Kulon → Krapyak → Plengkung Nirbaya
Rute ini memiliki arti tentang perjalanan arah tujuan kehidupan manusia.
Tugu Jogja → Jl. Margo Utomo → Jl. Malioboro → Museum Sonobudoyo → Pathuk → Meeting Point
Rute ini memiliki makna asal penciptaan kehidupan.
Meeting Point → Jokteng Lor → Jokteng Kulon → Panggung Krapyak → Plengkung Nirbaya → Jokteng Kulon → Wirobrajan → Meeting Point
Rute ini menjelaskan mengenai peninggalan warisan budaya benda di Yogyakarta, melalui cerita dari peninggalan bangunan colonial tersebut.
Meeting Point → Pasar Kranggan → Tugu Jogja → Stasiun Tugu → Jl. Malioboro → Teras Malioboro 1 → Gereja Katolik FX Kidul Loji → Sayidan → Bintaran → Gereja Katolik Santo Yusup → Museum Sasmitaloka → Stasiun Lempuyangan → Kotabaru → Meeting Point
Rute ini menjelaskan sebagian kecil legacy Kerajaan Mataram Islam yang masih bisa kita temukan hingga saat ini.
Meeting Point → Jokteng Lor → Jokteng Kulon → Plengkung Nirbaya → Jokteng Wetan → Jokteng Lor Wetan (Tanjung Anom) → Museum Sonobudoyo → Meeting Point
Rute ini menjelaskan berbagai cerita mengenai kuliner di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Meeting Point → SMKN 2 Yogyakarta → Tugu Jogja → Pasar Kranggan → Lopis Mbah Satinem → Kopi Jos → Jl. Malioboro → Teras Malioboro 1 → Wijilan → Jl. Mataram → Masjid Syuhada → Tugu → Meeting Point